Hadapilah Musibah dengan tenang dan Shabar
Musibah merupakan ujian yang datang dari Allah SWT. Pada hakikatnya setiap manusia tidak menginginkan kedatangannya, baik ujian kehilangan harta benda, kecelakaan, maupun kematian, baik ujian itu besar maupun kecil. Meskipun demikian, ujian itu tetap datang kepada setiap manusia, kapan saja dan di mana saja. Walaupun manusia lari dari musibah itu, iapun tetap datang menghampirinya. Setiap musibah, bila ditinjau Dengan kaca mata “iman” ...merupakan takdir atau ketentuan Allah. Segala sesuatu yang terjadi, semata atas izin dan ketentuan Allah. Tanpa izin dan ketentuan-Nya... tidak mungkin musibah itu dapat terjadi. Ingatlah Bila Musibah Itu Datang
قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إلاَّ مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَولاَنَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
“ Katakanlah, sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami…” (Q.S. At Taubah, ayat 51)
Musibah merupakan ujian yang datang dari Allah SWT. Pada hakikatnya setiap manusia tidak menginginkan kedatangannya, baik ujian kehilangan harta benda, kecelakaan, maupun kematian, baik ujian itu besar maupun kecil. Meskipun demikian, ujian itu tetap datang kepada setiap manusia, kapan saja dan di mana saja. Walaupun manusia lari dari musibah itu, iapun tetap datang menghampirinya. Setiap musibah, bila ditinjau Dengan kaca mata “iman” ...merupakan takdir atau ketentuan Allah. Segala sesuatu yang terjadi, semata atas izin dan ketentuan Allah. Tanpa izin dan ketentuan-Nya... tidak mungkin musibah itu dapat terjadi.
LAKUKAN MUHASABAH
Memang ada baiknya kita baca QS al-Israa' ayat 16, yang artinya ..., "Dan jika kami hendak membinasakan suatu negeri, maka kami perintahkan kepada orang-orang yg hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah Swt) tetapi mereka (tetap) melakukan kedurhakaan di negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadap (mereka) perkataan (ketentuan kami), kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya." ...
Peringatan Allah ini agar kita selalu berhati-hati. Sebab juga di dalam Alquran (QS al-Israa' ayat 58), disebutkan pula bahwa .. "Tak ada satu negeri pun (yg durhaka penduduknya) melainkan kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau kami azab (penduduknya) dg azab yg sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis dalam kitab
(Lauh Mahfuz)."
Musibah yang datang ini, bagi kita bukanlah semata azab..,Moga hendaknya hanya sebagai peringatan ... dan ujian semata. Ada peringatan agar kita jangan menjadi seperti umat terdahulu sebagaimana telah diingatkan oleh Allah di dalam Alquran (QS al-Anfal ayat 52), bahwa .. "( bila keadaan mereka) serupa dg keadan Fira'un dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya.... (di kala) mereka (tetap) mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya." ...Na''udzubillah min zhalik
Mari kita lihat musibah ini adalah juga sebagai teguran Allah, untuk menyadarkan manusia akan kelalaiannya. Marilah senantiasa kita hindari semua musibah dengan mendekatkan diri dan taat kepada Allah SWT.
KUATKAN SALING MENOLONG DAN MEMBANTU
Bila dilihat musibah dari sisi kemanusiaan serta dari segi hukum kausalitas (sebab akibat), ternyata ada beberapa faktor penyebab didatangkan musibah itu Allah Ta’ala kepada makhluknya ... Di antaranya karena kurang mengamalkan perintah Allah, di antaranya karena tidak mau bersedekah karena hanya mementingkan diri sendiri,melupakan kegotong royongan bersama, atau kurang mengindahkan sikap peduli sesama yang menjadi inti dari ajaran bersedekah itu. Musibah sering terjadi ketika manusia terlalu cinta dan sayang terhadap hartanya, sehingga ia takut hartanya habis jika ia memberi kepada orang yang amat memerlukannya..Sehingga ia menjadi manusia kikir.
Bila dipandang sepintas lalu, bersedekah kepada orang lain itu memang mengurangi harta kekayaan, tetapi jika dipandang lebih jauh lagi, sedekah itu justru membawa keberkahan, menambah kekayaan lebih banyak dan menyebabkan seseorang terhindar dari musibah Seseorang yang senang bersedekah itu akan dicintai, dibela dan juga didukung usahanya oleh masyarakat. Sebaliknya seseorang yang kikir, enggan bersedekah baik dengan hartanya maupun dengan jiwanya untuk kepentingan ummat banyak di sekitarnya, menyebabkan ia dibenci, dijauhi, serta didoakan jelek oleh masyarakat .Ingatlah bahwa, "doa orang dhu'afak yang teraniaya, dikabulkan oleh Allah ..." Dengan demikian, maka kekikiran (kebakhilan) membuka jalan bagi datangnya musibah.
Rasulullah SAW bersabda: “Sedekah itu akan menutup tujuh puluh pintu keburukan (musibah).” (HR. Ath Thabrani), Ingat pula Firman Allah SWT : “Apa saja yang telah kalian nafkahkan (infaqkan) Allah akan menggantinya”. (Q.S. As Saba’: 39)
BERSANGKA BAIKLAH KEPADA ALLAH ...
Syukurlah, Alhamdulillah .. Bahwa Allah tidak lagi mendatangkan azab bagi umat Muhammad seperti umat terdahulu itu, akan tetapi sekedar bala dan ujian serta musibah semata . Maka kita Umat Muhammad diberi bimbingan, oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, ketika musibah datang menimpa, maka ucapkanlah .. INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI'UUN .. sesungguhnya semua ini datang dari Allah dan kepada Allah pula semuanya akan kembali ..
Ada sebuah pesan Rasulullah SAW yang sangat baik, INNA LILLAHI MAA KHADZA WA LAHUU MAA A'THA, WA KALLA SYAI-IN 'INDAHUU BI AJALIN MUSAMMAN ...bahawa dari Allah jua yang diambil NYA, dari Allah jua apa yang akan diberikan oleh NYA, dan setiap sesuatu di sisi Allah ada jangka waktunya...
Akhirnya, Manusia Berusaha dan Berharap. Ketidak tahuan manusia terhadap apa yang akan terjadi sebentar lagi, menjadikan manusia aktif beramaldan selalu berupaya untuk melindungi diri, sebagai satu kewajiban hakiki, yakni berusaha yang baik dan jujur serta selalu berharap bimbingan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tidaklah seorang manusia mengetahui kapan kematiannya datang menjelang. Ketidak tahuan manusia ini, mewajibkan setiap diri untuk bersiap diri setiap waktu.
BETAWAKKAL KEPADA ALLAH DAN BERDOA
Kehidupan dunia seakan sebuah pentas permainan, jika sudah selesai, panggungnya akan bubar dan ditinggalkan. Ingat Firman Allah SWT,“ tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.., sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.
Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan(hanya sekejap dan seketika) ....” (QS.3,Ali Imran:185).
Sebenarnya kita umat manusia, dengan mengamalkan wahyu Allah, akan memiliki identitas (ciri, sibghah), dan mempunyai kekuataan (quwwah), dengan menguasai ilmu pengetahuan (sebagai informasi) serta berserah diri (tawakkal) kepada Allah Maha Khaliq.
Yaa Allah ampuni kami, Beri kami kekuatan sabar dan tabah, di dalam menghadapi musibah ini...terima amal ibadah kami, sekecil apapun Yaa Allah,dan Engkau terimalah
arwah saudara-saudara kami, sebagai syahid di sisi MU, serta Engkau tempatkan mereka
di sorga Jannah MU ... Yaa Allah ... Yaa Rahman ...Hindarkan kami dari bala bencana yang besar, yang kami tidak mampu menanggungnya ..Hanya Engkaulah Yang Maha Kuasa, Kepada Engkau semata kami meminta ...Amin Ya Rahman ...
Wassalam ...
Buya H. Masoed Abidin

















