Berawal dari kisah antara Iblis, Adam dan Malaikat yang berada di syurga. Persitiwa yang terjadi antara makhluk Allah itu berbuntut panjang dan tak berkesudahan , sampai dunia berkembang atau jaman modern sekarang ini, dan sampai esok selama dunia ini masih ada. Segala pembicaraan dan perbuatan antara mereka masih selalu ramai. Ceritanya masih selalu hangat dan sangat mengasyikan bangsa manusia. Agaknya, dunia yang makin maju dan manusia makin modern cara hidupnya dan makin pandai cara berfikirnya, cerita antara ketiga makhluk Allah itu pun tidak akan hilang bahkan makin menarik.
Awal dari segala kisah.
Awal dari kisah ini adalah persitiwa yang terjadi antara Adam dan Iblis, kedua makhluk itu telah menjadi penghuni syurga. Sampai pada saat itu, Iblis masih menjadi hamba Allah yang taat beribadah, bersama para malaikat. Sampai saat dimana Allah memerintahkan kepada Iblis dan Malaikat supaya menyembah atau tunduk kepada Adam. Hal ini terjadi adalah karena Adam dijadikan khalifah Allah di atas bumi. Namun hanya malaikat saja yang bersedia taat kepada Perintah Allah, dan Iblis menolak.
Qur’an Surat Albaqarah ayat 30 samapi 34 mengisahkan sebagai berikut :
Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (QS 2:30)
Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!" (QS 2:31)
Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.(QS 2:32)
Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini". Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?"(QS 2:33)
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.(QS 2:34)
Rasa sombong dan rasa dirinya lebih berharga dari Adam telah menyebabkan Iblis tidak mau mengakui kelebihan Adam yang telah mendapatkan anugrah dari Allah dijadikan khalifah dimuka buni. Merasa dirinya diatas semua orang dan diatas semua makhluk, menyebabkan Iblis menolak kebenaran dari Allah.
Di dalam surat Al Hijr ayat 26 sampai 33 Allah menjelaskan bahwa :
Dan sesungguhnya Kami telah meciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.(QS 15:26)
Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.(QS 15:27)
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.(QS 15:28)
Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.(QS 15:29)
Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama,(QS 15:30)
kecuali iblis. Ia enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang sujud itu.(QS 15:31)
Allah berfirman: "Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?" (QS 15:32)
Berkata Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk". (QS 15:33)
Ayat diatas menjelaskan  bahwa Allah menciptakan Adam dari tanah, dan inilah yang menyebabkan Iblis menghina Adam. Dengan alasan Iblis diciptakan Allah dari Api sedangkan Adam dari tanah dan persangkaan iblis api itu lebih baik dari pada tanah.
Allah berfirman : "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis: "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah". (QS 7 : 12)
Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu semua kepada Adam", lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: "Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?" (QS 17:61)
Memang sifat sombong sebenarnya bisa menutupi hati dari pelita kebenaran. Orang2 yang sombong tidak akan bisa menerima petunjuk dari siapapun. Dia mudah tersinggung dan tinggi hati, mempunyai rasa iri dan hati dendam yang tidak ada habisnya kepada siapa saja yang dianggap salah dan memusuhinya. Maunya hanya dipuja dan disanjung dan jika ada yang mengingatkan perbuatannya dia akan marah. Dan sifat sombong inilah yang agaknya menyebabkan dia masuk neraka. Memang menurut sabda Rasul, bahwa orang yang mempunyai hati sombong walaupun sebesar biji sawi, dia tidak akan masuk syurga. Para sahabat lantas bertanya kepada Rasul, “bagaimana seandainya orang yang memakai baju yang indah dan sepatu yang bagus?, apakah ini yang namanya sombong?â€. Jawab rasul, bahwa sifat sombong itu adalah orang yang menolak akan kebenaran (haq) dan menghina manusia. ( Hadis Sahih Bukhari-Muslim).
membanggakan diri kita, dan merendahkan orang lain yang kita anggap di bawah kita kedudukannya. Atau mungkin merasa memiliki sesuatu yang lebih dari orang lain. Sehingga mengejek atau bahkan merendahkan martabat orang lain adalah nyata-nyata merupakn sifat dari Syaithan
Hal ini agaknya sesuai dengan sifat Iblis yang menolak perintah Allah, menolak perkara benar, dan menghina kepada Adam, bahwa adam dijadikan dari tanah, dan akhirnya Iblis tidak taat kepada Allah.
iusir dari Syurga
Tentu saja Iblis yang tidak mau sujud kepada Adam itu dimurkai Allah, dan dia akan masuk neraka selamanya. Bagi Adam Allah bersabda bahwa Adam beserta istrinya diam saja di syurga dengan rasa tenang, Boleh makan apa saja yang ia senangi, kecuali satu macam buah yang dilarang memakannya.
Dan Kami berfirman: "Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu syurga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang dzalim.(QS 2:35)
Setelah lepas dari ujian tentang nama-nama ilmu yang diajarkan Allah, dan lulus dari ujian ini melebihi Malaikat, setelah lepas dari ujian kepada Malaikat yang diperintahkan sujud, dan sujud semua kecuali Iblis, barulah Adam disuruh berdiam di dalam taman itu bersama istrinya
Akan tetapi iblis yang telah terlanjur benci dan memusuhi Adam itu akan menggoda bagaimana supaya Adam melanggar perintah Allah, Adam dirayu dan digoda dengan kata-kata manis supaya tertarik.
Maka Iblis membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaithan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam syurga)".(QS 7:20)
Dan dia (Iblis) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua",(QS 7:21)
Demikianlah rayuan Iblis, yan ternyata Adam goyah hatinya karena bujuk rayu iblis itu melalui berbagai proses dan menggunakan taktik yang sangat pandai. Akhirnya Adam tergelincir sebagai mana dijelaskan dalam ayat berikut :
maka syaithan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaithan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"(QS 7:21)
Semua rencana syaithan berjalan dengan lancar, dendamnya kepada Adam tidak akan hilang. Sejak dia disuruh menyembah kepada Adam dahulu, telah timbul sakit hatinya yang tiada terkira. Kita bangsa Jin yang telah hidup lama dan lagi pula tercipta dari api, yakni menurut anggapan mereka lebih tinggi ketimbah Adam yang diciptakan dari tanah. Mengapa disuruh sujud kepada orang yang baru kemaren adanya. Bukankah sebelum ditiupkan nyawa kepada Adam patung itu telah dibuat main-main oleh Iblis, mana bisa orang yang telah lama dan lebih tua dan lebih lama beribadah kepada Allah akan disuruh tiarap dibawah cerpu kaki Adam?.
Iblis makin jengkel kepada Adam dan hawa setelah keduanya mendapat tempat dipertamanan yang indah dan keduanya hidup bersenang-senang, bebas makan makanan apa saja kecuali satu macam buah yang tidak diperbolehkan untuk memakannya.
Kini Iblis agak gembira, karena dari sudut larangan Allah inilah nantinya Adam akan terperosok. Sungguh tepat dugaan Iblis itu, dengan usahanya yang lihai, Adam berubah pendapatnya terhadap Iblis. Walaupun telah diberitahu Allah bahwa Iblis adalah musuhnya yang nyata, namun berkat kelicikan Iblis Adam kini beranggapan kalau Iblis adalah kawannya yang akrab, karena Iblis telah sudi member nasehat kepada Adam
Semua telah terjadi, Adam mendapat murka dari Allah karena larangan Allah dilanggar. Penyesalan dating, namun sudah terlambat. Vonis Allah telah dijatuhkan . mereka telah diusir dari syurga. Namun Allah maha pengasih, walau telah di usir dari syurga tapi tentang dosa Allah tetap member ampun.
Adam benar-benar telah menyesali akan dosanya, maka Allah mengajarkan kalimat taubat kepadanya.
Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.(QS 2:37)
Lebih jelas lagi di dalam surat Thahaa ayat 121, 122 bahwa Adam telah durhaka kepada Allah, maka sesatlah ia , kemudian Allah memilihnya dan menerima taubatnya serta member petunjuk.
Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.(QS 20:121)
Kemudian Tuhannya memilihnya maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk.(QS 20:122)
Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi".(QS 7:23)
Jelas sudah bahwa Adam telah berdosa, tetapi telah di ampuni oleh Allah, jadi telah hilang kesalahannya, telah tiada dosa lagi, maka Adam tidaklah mewariskan dosa kepada anak cucu.
(Bersambung).
Sumber bacaan :
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Syaithan sebagai tertuduh karangan Umar Hasyim.
-         Alqur’annulkarim
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Hadis2 Rasulullah