Pembudidayaan Jeruk Madu

Kamis, 19 Januari 2012 15:42 Daswandi Koto
Cetak PDF

Tiga tahun belakangan ini di pandaisikek sudah dikembangkan jenis tanaman tua yaitu Jeruk madu. Lahan yang biasanya ditanami sayuran seperti cabe dan kol

sekarang sudah mulai ditanami dengan jeruk madu. Menjelang jeruk besar dan bisa berproduksi lahan tetap ditanami dengan sayuran ataupun cabe dengan system Tumpang sari.

 

Pengembangan dilakukan oleh beberapa kelompok tani yang ada di pandaisikek dengan bibit yang di datangkan langsung dari kanagarian Kototinggi Suliki. Tidak hanya bibit yang di datangkan dari sana, juga instruktur dari daerah tersebut yang sudah berpengalaman langsung dan memiliki perkebunan jeruk madu ini.

Setelah kami kunjungi perkebunan jeruk madu di kanagarian koto tinggi suliki ini begitu mengejutkan, buah yang besar dan sangat banyak tidak kuat menahan ranting hingga menyentuh tanah. Dari setiap pohon buah yang dibesarkan ( saat masih putik sebahagian di buang ) diperkirakan hingga mencapai 300 Kg, tanaman jeruk ini tidaklah tinggi hanya sekitar 3 M . Tidak hanya itu kami juga di izinkan untuk memetik langsung dan mencicipinya, rasanya sangat manis dan cukup tahan lama.

Jeruk ini tidak hanya dipasarkan di pasar-pasar terdekat malah sudah mencapai kota padang dan Pakan Baru

Sementara jeruk yang sudah dikekmbangkan dipandaisikek sudah ada yang berbuah,kalau diperhatikan jeruk ini bisa berbuah dengan usia yang cukup muda sekitar 2 tahun.

Semooga pengembangan yang sudah dilakkan kelompok tani di nagari pandaisikek juga memiliki hasil dan rasa sama dengan daerah kototinggi suliki. Sehingga nantinya dapat merobah ekonomi masyarakat petani menjadi lebih baik.

LAST_UPDATED2