Pengemis, Pe(Mabuk)
Saya kaget melihat pertengkaran dekat perparkiran menuju Swalayan Plaza Matahari kota Padang. Bermula saat melihat seorang ibu muda membentak-bentak seorang pengemis dipelataran masuk parkir. Hal ini masih saja berlangsung ketika saya kembali dari Matahari untuk sebuah keperluan. Semua mata terarah ke lokasi kejadian tersebut, saya ikut penasaaran dan langsung menghampiri sang ibu muda sambil bertanya.
“Ado apo Buk..?”. Dengan nada agak kesal dan kecewa sang ibu muda tersebut langsung menyampaikan keluhan kepada saya. “ Iko pak. Paja ko kan lah jaleh inyo mangemis sarupo iko karajonyo, tapi masih sajo suko membohongi ambo”. Saya jadi penasaran mendengar jawaban Ibu tersebut, kemudian saya balik bertanya, “Apo hubungan ibuk jo urang ko.?. “ Ambo nan manjagonyo tiok hari.!, Inyo tingga di rumah ambo, dek nyo ado hubungan famili jo suami Ambo. Tapi inyo membohongi Ambo, lah dipinjamkan HP dek suami Ambo , HP tu ndak dibaliak kan nyo do tapi di jua nyo,” Spontan ibu Muda yang juga berjilbab itu menjawab. Seterusnya dengan suara parau dan menahan marahnya sang ibu melanjutnya pembicaraannya,,” Nan labiah para lai pak, pitih hasil mengemis nyo ko, nyo gunokan untuak mambali minuman kareh, kadang kadang muntahnyo itu kami nan mambereskan dirumah., tapi aia susu nyo baleh jo tubo. Indak tau diuntuang.. kata ibu muda tersebut.
Seterusnya karena saya masih penasaran, saya ingin menanyakan hal ini langsung kepada sipengemis yang lumpuh dan bertangan cacad dan kebetulan dia berada dekat saya. Belum sempat saya bertanya malah pengemis itu sudah berkata dengan terbata bata ( karena lidahnya juga sedikit delo) seakan membentak saya, dari mulutnya keluar kata kata yang kurang enak didengar. ” Iko indak urusan apak, jan apak ikuik campua..”. demikian kira kira inti kalimat yang keluar dari mulutnya..? Saya merasa terkejut mendengar jawaban seorang penmgemis yang tak santun tersebut. Lalu sang ibu muda.. menyela pembicaraan kami” Baitulah nyo apak kalau kami ajai tiok mabuak, anehnya inyo bakawan jo pemabuk tukang parkir di Imambonjol situ..”’ Lalu saya coba untuk membujuknya, “ Itu karajao Ndak elok badoso awak, biko ditangkok dipolisi..? kembali dengan nada dan bergaya , bak pareman sambil menepuk dada dengan tangan lemahnya. Ia menjawab, ” Aden indak takuik Jo Polisi aden indak takuik ditahan...” saya ndak habis pikir dibuatnya melihat gelagat jawaban yang kurang pantas dari seorang pengemis. Dalam hati saya berucap, inilah penagalaman aneh yang saya temuka didunia pengemis.
Demikian sedikit gambaran kejadian hari itu, anehnya saya melihat gelagat seorang pengemis yang bergaya dan berpikiran begitu PD, dia merasa nomal dan bebas seperti orang sehat lainnya, dan yang lebih mencengangkan, seorang pengemis yang hidup dari recehan orang lain juga terpengaruh dengan dunia alkohol. Jangankan untukl berdiri untuk pindah tempat saja dia sudah kesulitan membawa anggota badannya, tapi sangat disayangkan orang yang tak mungkin bisa mengenal dunia alkohol tapi ternyata seorang yang suka minum memabukkan, siapa yang bertanggung jawab dalam hal ini .Nauzubilllah minzalik.
Begitu edan zaman, tidak disangka kalau dunia minuman minuman tidak hanya dinikmati oleh preman preman jalanan di Bar bar dan diskotik tapi juga merambah sampai kepada pengemis cacat. Kalau pengemis formal maaf ( pengamen) sering rentan dengan dunia alkohol mungkin sudah biasa, tapi ketika sudah merambah kepada pengemis cacat ini perlu menjadi perhatian serius kita.. Semoga


















Comments
Perkenalkan, ambo Irwan Mahsiswa UIN Jakarta..
KKN di Pandai Sikek ddg 20 teman lainnya dari berbagai Daerah..
(Ada Orang Sunda, Betawi, Makasar, Melayu)
Semua Dokumentasi nya ada
di Http://irwansiska.blogspot.com
RSS feed for comments to this post.